Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi unggulan yang berbeda dari Kabupaten / kota lain di Provinsi Jawa Timur. Hal ini disebabkan di Kabupaten Banyuwangi telah tersedia sarana dan prasarana yang cukup representatif (utility), sehingga membuat Kabupaten Banyuwangi menjadi daerah yang layak sebagai tujuan wisata dan tujuan investasi penanaman modal pada umumnya.
Di era globalisasi dewasa ini, peran publikasi dan informasi sangat penting dan mampu memberikan peluang aksesibilitas yang semakin cepat bagi masyarakat luas akan informasi (potensi daerah, peluang investasi, maupun data / informasi yang lain).
Inovasi packing modul yang dikemas dengan baik akan memberikan mata rantai dan double impact penyebaran serta image building terhadap minat dan daya tarik kunjungan. Hal ini menjadikan kegiatan Red Island Banyuwangi International Surfing Championship 2014 menjadi promosi media modern yang tepat untuk mengembangkan potensi Kabupaten Banyuwangi.
Untuk itu Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengambil dan memutuskan strategi intrepreneur ini sebagai sarana mempublikasikan dan mengenalkan Kabupaten Banyuwangi di kancah nasional, regional maupun Internasional.
Red Island Banyuwangi International Surfing Championship 2014 diharapkan mampu berperan sebagai jendela dunia, dan menjadi spot center perhatian dunia di Kabupaten Banyuwangi, untuk itu event yang sangat bergengsi ini hendaknya direncanakan, ditata dan dilaksanakan secara profesional dan terintegrasi dengan kegiatan-kegiatan pendukung lainnya. Yang pada gilirannya nanti, tujuan penyelenggaraan Red Island Banyuwangi International Surfing Championship 2014 dapat dicapai sesuai dengan yang kita cita-citakan.
Akhirnya dengan memohon ridhlo dari Alloh SWT, semoga penyelenggaraan Red Island Banyuwangi International Surfing Championship 2014 dapat terlaksana dengan baik, lancar, aman dan sukses.

BUPATI BANYUWANGI

H. ABDULLAH AZWAR ANAS, M.Si

Semua olah raga surfing dipandang sebelah mata, tak lebih sebagai kegiatan orang-orang malas yang enggan bekerja dan hanya kegiatan membuang-buang uang saja. Pada kenyataannya justru terbalik. Surfing yang diminati anak-anak muda pencinta kebebasan, petualangan, persahabatan antar etnis, dan pengambil resiko tinggi ini justru melahirkan perputaran uang yang luar biasa besarnya. Bahkan, boleh dikatakan, surfing adalah Pembuka Jalan Industri Pariwisata untuk mengembangkan usahanya di suatu tempat.
Pulau Merah, sebagai tempat wisata yang selama ini belum pernah terdengar di kalangan surfer-surfer dunia, melalui Pulau Merah International Surfing Competition ini beharap dapat dikenal di seluruh dunia. Dampak lain diadakannya event ini adalah tumbuhnya perekonomian bagi masyarakat sekitar.

Pada tahun 70-an olahraga selancar air mulai dikenal di Indonesia, yang diperkenalkan oleh seorang warga negara Australia yang sedang membuat film tentang para peselancar atau surfer, dan pengambilan gambarnya dilakukan di Bali sehingga olahraga ini lebih dulu dikenal di Bali.
Setelah itu tidak sedikit para masyarakat lokal Bali yang mulai mempelajari olahraga tersebut, karena ditunjang dengan kedudukan Indonesia yang memiliki banyak pulau dan pantai yang memiliki ombak yang ideal untuk olahraga ini, maka perkembangan dan penyebaran olahraga selancar air ini sangat cepat.
Bahkan sampai saat ini banyak daerah-daerah terpencil di Indonesia yang memiliki pantai yang indah dengan ombak yang cukup ideal untuk olahraga ini, menjadi daerah objek wisata para wisatawan dan peselancar (surfer).
Saat ini Surfing telah tumbuh menjadi event dan trend dunia. Sebagai event profesional yang mampu menyedot perhatian publik cukup besar. Menjadi ajang dan mampu mendominasi dan menyedot perhatian media massa. Oleh karenanya event ini dapat dimanfaatkan sebagai media compaign bagi leading sector yang berkepentingan.
Pengemasan event Surfing yang profesional berskala nasional, regional maupun internasional disamping mampu mendongkrak citra, juga mampu menggerakkan animo publik untuk kembali memanfaatkan potensi ombak sebagai sarana berolah raga maupun mendukung kegiatan dan aktivitas kita sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi saat ini tengah berusaha sekuat tenaga untuk membangun sebuah brand image bahwa Banyuwangi sangat layak menjadi destiniasi utama wisata internasional dan tujuan utama tempat investasi penanaman modal dengan dukungan penuh kebijakan Pemerintah dan segenap lapisan masyarakat Kabupaten Banyuwangi.
Sebagai salah satu strategi guidepoint global yang dapat menarik perhatian mata dunia untuk vocus melihat Kabupaten Banyuwangi sebagai penyelenggaraan Surfing berskala internasional di Kabupaten Banyuwangi dengan nama Red Island Banyuwangi International Surfing Championship 2014.
Event Red Island Banyuwangi International Surfing Championship 2014 dijadikan aksi Promosi Publik / Public Promotion (media campaign) yang akan memberikan dampak positif bagi pengenalan Kabupaten Banyuwangi beserta segala potensinya, di kancah nasional, regional maupun internasional.
Hal yang paling penting untuk diraih adalah tersampainya pesan (global message) potensi yang terkandung di Kabupaten Banyuwangi untuk bisa diketahui secara nyata oleh masyarakat luas.

Maksud diadakan event Red Island Banyuwangi International Surfing Championship 2014 adalah sebagai sarana publikasi dan promosi (media campaign) Kabupaten Banyuwangi di kancah nasional, regional dan internasional, sehingga Nama Kabupaten Banyuwangi bisa dikenal luas beserta segala potensinya sehingga mampu mendorong sebagai daerah tujuan wisata dan tujuan investasi baik Investasi dalam negeri (PMDN) maupun investasi asing (PMA).

Adapun tujuan diselenggarakannya Pulau Merah International Surfing Competition 2014 sebagai berikut :

  • Memberikan ruang gerak untuk mengembangkan kemampuan berkompetisi ;
  • Meningkatkan kualitas surfer lokal dengan membuka diri untuk mengenal surfer-surfer internasional ;
  • Memperkenalkan Pulau Merah sebagai surf point dan destinasi witasata internasional ;
  • Berbagi kemampuan manajemen event kepada komunitas setempat;
  • Memperkenalkan produk surfing lokal dengan mengadakan pelatihan singkat dan menyediakan ruang untuk memperkenalkan produk buatan lokal : baju, tas, dll ;
  • Mengajar komunitas lokal untuk belajar surfing ;